Success Tips

5 Langkah Memilih Jurusan

(foto: shutterstock)
(foto: shutterstock)

Memilih jurusan bisa membingungkan. Mungkin sama seriusnya dengan menjalani kuliah itu sendiri.

Sebelum membahas langkah yang tepat untuk keperluan ini, mari kita perhatikan beberapa kesalahan yang lazim dilakukan orang.

Mitos atau Gosip

Memilih jurusan karena “kata orang” rasanya sulit dibenarkan. Menolak jurusan tertentu karena mitos juga bukan sikap bijak. Ada anggapan umum ilmu keguruan, apapun jurusannya, hanya akan menghasilkan guru. Ada juga mitos bahwa matematika bermasa depan suram. Di kalangan tertentu malah beredar isyu bahwa jurusan desain grafis paling asyik sebab tidak ada hitung-hitungan, menghafal atau membaca, alias santai. Pendapat-pendapat seperti ini perlu di klarifikasi pada orang yang mengerti.

Ikutan teman

Teman sering menjadi sosok berpengaruh dalam memilih jurusan. Bayangkan, ada sekelompok pelajar SMA yang rame-rame memilih jurusan tertentu hanya karena ingin selalu kompak dan tidak mau berpisah. Konyol. Ada lagi siswa yang ngotot kuliah di Sydney padahal jurusan yang cocok baginya hanya ada di Melbourne. Alasannya agar ia tinggal satu kota dengan teman-teman SMAnya. Ini juga lucu. Tapi dorongan dalam diri anak muda seperti ini memang ada.

Rayuan Staf Marketing

Beberapa sekolah mengadakan Pameran Pendidikan atau Career Day dengan mengundang staf marketing universitas, lokal maupun asing. Pelajar mendapat banyak info dari mereka. Namun jangan menganggap info dari mereka pasti akurat.

Seorang mahasiswa semester 3 jurusan teknik industri terpaksa pindah jurusan karena tidak menyangka akan mendapat banyak mata kuliah eksakta. Kata staf marketing universitas itu jurusan tersebut terbuka bagi anak IPS, namun tidak menjelaskan apa saja yang akan dipelajari.

Kita tidak perlu buang energi dengan menyalahkan orang marketing yang tidak bertanggung-jawab itu. Mau apa lagi? Salah satu pekerjaannya memang merayu siswa. Kita sendiri mesti kritis menyaring informasi.

Internet

Informasi apa saja ada disini. Google saja. Tapi tidak semua situs di daftar pencarian ini kredibel. Infonya belum tentu akurat. Pelajar harus bisa mem bedakan mana yang berisi pendapat pribadi dan mana yang berdasarkan riset. Perlu diingat bahwa situs atau blog pribadi kadang kala juga menyebarkan gosip. Ada pula situs atau blog yang hanya bercerita pengalaman pribadi penulisnya.

design: blogs.neisd.net
design: blogs.neisd.net

5 LANGKAH PENTING

1. Test Bakat dan Minat

Jika memungkinkan, ambil Test Bakat dan Minat. Cari lembaga psikologi yang profesional. Jangan asal murah. Tiap model test punya kelebihan dan kekurangan. Tanyakan sedetail apa hasil testnya bisa memberi gambaran soal pilihan jurusan.

2. Konsultasi hasil test

Lakukan konsultasi mendalam tentang hasil test tersebut dengan psikolog berpengalaman (atau dari lembaga tersebut) dan gali semua potensi diri dan minat. Seorang psikolog berwawasan luas bisa memberikan penjelasan umum tentang cabang ilmu pengetahuan yang sesuai bakat dan minat si peserta test.

3. Konsultasi soal jurusan

Cari konsultan pendidikan yang kompeten dan bersedia memberikan informasi mendetail tentang beberapa jurusan berdasarkan data, bukan pendapat pribadi semata. Ia mesti paham kurikulum suatu jurusan, perbedaan satu jurusan dengan jurusan lain yang sejenis, dan perguruan tinggi mana yang memiliki jurusan tersebut. Kadang kala satu kali pertemuan ridak cukup untuk membahas berbagai kemungkinan.

4. Analisa kurikulum

Periksa setiap jurusan yang diminati dan perhatikan daftar mata kuliahnya. Buka prospectus beberapa perguruan tinggi yang diminati. Tidak ada universitas yang daftar mata kuliahnya sama persis satu dengan lainnya sekalipun nama jurusannya sama. Pilih perguruan tinggi yang mata kuliahnya paling sesuai dengan tujuan kita.

5. Info karir dan peluang setelah lulus

Setelah menemukan jurusannya, gali informasi tentang peluang dan jenis karirnya. Ada jurusan yang memberi peluang besar untuk membuka usaha sendiri setelah lulus, namun ada juga yang memiliki prospek cerah untuk berkarir di sebuah perusahaan

Masih ada aspek-aspek lain yang perlu dipertimbangkan seperti misalnya besarnya biaya kuliah, lokasi perguruan tinggi dan lain-lain. Namun dengan menmepuh 5 langkah di atas, proses pengambilan keputusan setidaknya sudah setengah jadi.

 

Ads 2-04

About the author

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Budi Prast adalah Founder jurusanku.com. Selain aktif melakukan penelitian di bidang pendidikan, bersama Ina Liem ia menulis “7 Jurusan Bergaji Besar”, "Kreatif Memilih Jurusan", dan "Majors for the Future". Minat utamanya meliputi pendidikan, data analytics, dan design thinking. Ia juga salah seorang Kontributor Kompas KLASS untuk rubrik #baca.

39 Comments

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

  • Saya ingin menanyakan untuk jenjang karir seorang yg mengambil jurusan psikologi apakah hanya akan berkutat dengan profesi psikolog, bagian hrd dan guru BK? Adakah profesi lain yang bisa ditempuh oleh orang yg mengambil jurusan psikologi tersebut? kalau boleh bisa minta tolong jurusanku untuk membahas lebih dalam tentang jurusan psikologi?
    Terimakasih

    • Terimakasih masukannya. Kami akan tulis artikel soal Psikologi bila saatnya tiba. Tapi untuk saat ini bisa saya sebutkan beberapa karir bagi psikolog. Mahasiswa psikologi bisa mengambil bidang peminatan psikologi klinis, psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi eksperimen, psikologi anak dan psikologi idustri. Peluang karirnya ada di bdang industri, pendidikan, kesehatan, layanan perlindungan (perlindungan anak, perlindungan korban kekerasan,trafficking, dll), di ABRI dan Kepolisian, bidang olahraga, perusahaan konsultan, dan lain-lain. Jadi bukan hanya jadi guru BK atau di HRD saja.

  • saya ingin bertanya.
    lalu pribadi atau minat apa yang cocok untuk jurusan teknik industri ?
    saya suka bidang perencanaan dari hulu-hilir tetapi saya tidak suka ilmu eksak. apa saya cocok di teknik industri ?

    dan, saya pernah mendengar teknik adalah jurusan teknik yang nanggung. apa benar ? apa saja prospek pekerjaan kedepannya ? apakah cocok di kerjakan perempuan ?

    terimakasih.

    • Teknik Industri bicara soal prinsip-prinsip efisiensi di pabrik maupun perusahaan jasa yang menyangkut rantai pasok (logistik). Lulusannya bisa bekerja di pabrik atau perusahaan jasa angkutan (laut, darat, udara). Tidak sedikit yang bekerja di perusahaan angkutan peti kemas atau pelayaran barang dan pelabuhan. Meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan di kantor, meninjau langsung ke lapangan adalah bagian dari pekerjaan. Syaratnya harus kuat eksakta, terutama matematika. Setelah punya pengalaman kerja bisa melanjutkan ke manajemen dengan spesialisasi supply chain management. Coba perhatikan daftar mata kuliahnya, lalu pertimbangkan apakah kamu masih berminat.

  • mba,saya anak kls 3 SMA sekarang saya bingung mau mlh jurusan yg baik untuk,,tapi saya memiliki bakat di bidang matematika tapi di bidang bhs inggris saya sangat minim,,tolong beri saya informasi jurusan yang kira-kira cocok untuk saya mba karna yg ada di pkran saya hanya pend.MM saya tdk tau ke jurusan yg lain karna saya blum tau ttg info jurusan yg lain dan setelh lulus dri jurusan yg lain itu kira2 lowongan kerja nya gmn?saya belum paham mba.
    terimakasih mba

    • Kuliah jurusan apapun sebetulnya memang butuh pemahaman bahasa Inggris sebab bahasa ini bisa membuka wawasan pada banyak hal baru. Jurusan Matematika punya masa depan cukup bagus (baca buku “7 Jurusan Bergaji Besar” bab 1). Bidang pendidikan sebaiknya dipilih jika memang punya passion mengajar. Jika tidak, sarjana pendidikan agak kesulitan menemukan pekerjaan yang pas di luar bidang studinya.

  • terima kasih buat infonya tapi saya mau bertanya saat ini saya masih bingung jurusan yang harus saya pilih dan sebenarnya saya lbih suka hal2 yang berhubungan dgn angka walaupun kemampuan saya itu lumayan. jdi menurut om jurusan yang cocok buat saya apa?

    • Menentukan jurusan tidak cukup hanya melihat kemampuan. Ada beberapa faktor lain yang ikut berperan, antara lain minat, tipe kepribadian, dan values (nilai-nilai dalam hidup yang dianggap sangat penting). Coba baca buku kami “Kreatif Memilih Jurusan”. Di dalamnya terlampir diagram untuk memilih jurusan.

  • saya mau tanya om admin kalo pilih jurusan yg bagus apa ya
    hukum
    pesikologi
    dokter
    IT
    ekonomi

    saya masih bingung pilih jurusan
    saya lulusan SMA ips
    kalo hukun & pesikologi bagus yg mana om admin

    • Semua jurusan bagus. Tapi tidak semua jurusan cocok bagi seseorang. Untuk itu kenali bakat, minat, kemampuan, dan apa yang kamu anggap bernilai dalam hidup. Ini bisa jadi dasar memilih jurusan yang paling sesuai dengan tipe kepribadianmu. Cara singkat adalah dengan menempuh tes karier seperti diuraikan di jurusanku.com/psikotes.

  • Saya adalah mahasiswa yang baru saja menginjak semester 3 di salah satu univ. di Malang. Saya ingin bertanya, apa jadinya jika seseorang masih merasa salah jurusan meski sudah mencoba untuk menerima dan mencintai jurusan tersebut? Seperti saya misalnya, saya kuliah di jurusan informatika. Sedikit cerita, Saya masuk dterima d jurusan ini melalui SNMPTN tahun lalu, di jalur itu peserta d beri pilihan untuk memilih 3 jurusan. Awalnya pilihan pertama saya adalah teknik kimia, kemudian teknik bioproses, dan yg terakhir adalah pend. Kimia. Yaa, saya memang sangat senang dengan pelajaran kimia. Namun, karena suatu hal pilihan pertama saya , saya ganti menjadi teknik informatika. Tetap, saya berharapnya keterima d pilihan kedua atau pilihan ketiga. Tapi ternyata, saya keterima d TI. Sempat ada rasa kecewa, tapi saya tidak bisa mencoba test lagi karena kata guru BK saya nanti SMA saya akan d blacklist jika saya tidak mengambil kesempatan itu lagi pula saya di terima d univ itu jg jalur beasiswa. Akhirnya saya pun mencoba ikhlas. 1 semester pun berlalu, tapi hasilnya pun tidak memuaskan. Hasil semester 2 pun juga telah keluar kmrn, hasil juga malah mengalami penurunan. Rasa takut akan d cabutnya beasiswa karena ip menurun semakin menjadi. Saya bingung. Padahal saya sudah mencoba mencintai proses nya mencintai jurusannya namun masih saja ada pikiran bahwa saya telah salah jurusan.
    Tolong beri saya pencerahan mengenai ini. Apa jadinya jika salah jurusan? Bagaimana cara mengatasinya?

    Terimakasih

    • Salah satu alasan salah jurusan adalah karena universitasnya dibidik lebih dulu, padahal semestinya pilihan jurusan yang diutamakan. Kita kuliah untuk mencari ilmu, bukan sekedar ijazah. Tanpa passion, kita sulit berprestasi. Saran saya, sebaiknya pindah jurusan saja dan kejar impianmu di sana. Coba bicarakan dengan ketua jurusan, pihak pemberi beasiswa, dan orang tua. Siapa tahu ada jalan keluar.

  • Anak sy klas 3 sma, sedang mempersiapkan diri utk mendapatkan beasiswa ke jepang, tp masih binging dgn jurusan yg dipilih. Apakah jurusan2 di univ. Jepang tdk beda jauh dgn di indonesia?
    Trimakasih

    • Memilih jurusan melibatkan banyak pertimbangan, misalnya minat dan kemampuan akademik. Pertimbangan lain misalnya tentang apa yang kita anggap berharga dalam hidup dan kerja. Proses memilih juga lebih mudah jika kita kaya pilihan karena didukung informasi lengkap. Di negara maju umumnya jurusan yang ditawarkan lebih beragam dan spesifik. Salah satu cara bisa lewat tes dan konsultasi. Silakan buka jurusanku.com/psikotes.

  • Admin, saya sudah mengirimkan data peserta utk mengikti psikotest online. Mohon dicek dan dikonfirmasi ya. Terima kasih.

  • mohon saran nya..
    saya tertarik pada ilmu keperawatan, tapi saya masih bingung mau ambil D3 atau S1..
    mohon pencerahan nya. Terimakasih

    • Soal itu terserah masing-masing. Tapi karena bidang keperawatan bersifat kejuruan, saya sarankan ambil D3 dulu. Setelah bekerja dan punya pengalaman bisa lanjut ke D4 (setara S1). Lanjut ke S2 juga bisa.

  • Dear Admin,

    Apakah ada referensi lembaga psikologi yang professional di Jakarta untuk test minat dan bakat ? Saya ingin mendaftarkan anak saya yang sekarang duduk di SMA kelas 3 jurusan IPA mengikuti test ini karena dia sedang bingung memilih program studi di perguruan Tinggi.
    Terima kasih, sangat menunggu jawabannya.

  • Min saya mau bertanya, sekarang saya kelas 3 sma dan saya agak bimbang mau pilih jurusan kukiah apa. Saya di sma masuk jurusan IPA, tapi sebenarnya saya kurang mengerti dan lemah di pelakaran eksak sprti pelajaran IPA (Kimia, Fisika, dan MTK) selama ini sya hanya menjalankanya saja tanpa mengerti betul. Tapi dlm mata pelajaran lain sperti ( Bhs. Inggris, Sejarah, Bhs Indonesia, Bhs. Jerman) Sya bisa mengerti dan senang untuk mempelajarinya. Sya juga sangat suka dengan Ilmu” yg mempelajari tentang negara lain.
    Jadi mohon di berikan penecerahan kira” saya cocoknya pilih jurusan apaya?

  • Kak, saya lagi bingun ngambil jurusan apa.
    soalnya orang tua saya inginnya saya masuk IPDN, tapi sayaa lebih tertarik pada Hukum.
    kak, minta solusinya yaa.

    • Ini soal values. Coba tanya ortu mengapa harus IPDN? Apa supaya bisa jadi PNS, jadi pejabat, terhormat, atau apa? Lalu soal kamu. Mengapa Hukum? Karier seperti apa yang menarik bagimu? Pengacara, hakim, jaksa, penasehat hukum di perusahaan, pegawai KPK, atau pembela rakyat kecil yang diperlakukan tidak adil? Tidak lama lagi kami akan menerbitkan infoletter edisi Hukum. Pelajari juga soal materi kuliah IPDN dan gaya pendidikannya yang semi militer. Lalu bandingkan.

  • Saya ingin bertanya,apa seluk beluk tentang jurusan hukum dan apa saja prospek pekerjaan ke depannya? Apakah hanya sebagai lawyer atau ada yang lain.Terima Kasih

    • Prospek kariernya sangat luas, mulai dari bidang penegakan hukum seperti jaksa, hakim, panitera, kepolisian, sampai dengan profesi pengacara, konsultan hukum untuk perusahaan, atau berbagai posisi di pemerintahan. Tunggu infoletter kami yang berisi uraian lengkap tentang prodi ini.

  • Saya anak kelas 3 SMA dan saya mau mengambil bahasa korea di ugm. Kak admin bisa bantu peluang kerja nya ? Dan jika lulus jadi apa yaa ? Terimakasih

    • Peluang kerja lulusan prodi bahasa asing tidak terlalu banyak, terlebih dengan makin canggihnya digital translator seperti Google Translate. Saran saya, selain punya skill bahasa Korea, dalami satu atau dua bidang lain yang menarik, misalnya sejarah, kebudayaan, teknologi, perikanan, atau keguruan. Kemampuan berbahasa asing menjadi berdaya guna kalau kita punya sesuatu untuk disampaikan. Itu sebabnya bahasa saja belum cukup.

  • hai kak, salam kenal , aku lagi bingung nih soal pemilihan jurusan. kali ini aku mau tanya, aku pernah menonton acara tv dimana ada seorang pisikolog yang menganalisa karakter seorang anak kecil melalui kamera yangterpasang di sebuah ruangan ketika ia sedang bermain sendirian atau bersama orangtuanya, atau ketika dia diberikan sebuah tanggung jawab kecil apakah dia bisa melakuakannya atau tidak.nah pisikolog itu menganalisi dan memberitahukan kepada orang tuanya tentang si anak dan meluruskan hal hal yang salah yang dilakukan orangtua nya saat bersama si anak. Disini saya mau bertanya jika saya ingin menjadi seorang pisikologi seperti itu apa bidang perminatan yang harus saya ambil, dan juga jalan kedepannya seperti apa? dan bagaimana cara mengetahui bahwa saya memang memiliki passion untuk bekerja menjadi seorang pisikologi seperti itu?

    • Kalau di Psikologi ambil bidang peminatan psikologi pendidikan. Tapi ada pilihan lain yaitu jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebagian besar guru play group dan TK di Indonesia tidak punya ijazah PAUD. Peluangnya sangat besar, bukan hanya jadi guru, tapi juga bisa membuka sekolah sendiri, tempat penitipan balita, dan bisnis lain terkait pendidikan anak kecil. Perannya sangat besar dalam membentuk karakter bangsa.

  • Kak saya bingung memilih jurusan , saya sudah daftar kuliah di univ swasta akreditasinya A tapi D3 akutansi , sedangkan saya tidak tau pelajaran tentang ekonomi , orang tua saya mendukung di jurusan ekonomi , saya lulusan smk teknik gambar bangunan , sebenarnya saya tidak suka pelajaran fisika dan matematika tapi saya pengen jurusan management , teknik sipil , teknik lingkungan mana yang cocok dengan saya ya kak ?

    • Semua bidang keteknikan membutuhkan matematika dan fisika. Tidak perlu jenius, minimal harus ‘nyaman’ dengan kedua pelajaran itu. Teknik lingkungan berprospek bagus dan masih banyak berurusan dengan bangunan, sementara untuk jurusan manajemen saya sarankan ambil manajemen rekayasa (engineering management), jangan manajemen umum. Tentang akuntansi rasanya ini lompatan terlalu jauh dari Teknik Gambar Bangunan. Sukses selalu.

        • Pertama tentukan dulu jurusan yang pas dengan profil dan rencana kita. Baru pilih universitasnya. Cari universitas yang terakreditasi tinggi (A atau B) pada bidang studi yang akan kita pilih. Bisa saja terjadi sebuah universitas terkenal tetapi bidang studi yang kita pilih belum terakreditasi.