Career and Study

Perguruan Tinggi Berorientasi Perubahan – bagian 3

Clark University: Suasana diskusi perubahan iklim dan ekonomi di acara Climate Change Teach-in, satu hari yang berisi pembicaraan, diskusi, dan lokakarya berkaitan dengan perubahan iklim (foto: Gaia Khairani)
Clark University: Suasana diskusi perubahan iklim dan ekonomi di acara Climate Change Teach-in, satu hari yang berisi pembicaraan, diskusi, dan lokakarya berkaitan dengan perubahan iklim (foto: Gaia Khairani)

Mengasah berpikir kritis – membaca, berargumentasi, dan menulis

Untuk membentuk pola pikir kritis, menambah wawasan, dan mengajarkan pendekatan multidisipliner, mahasiswa harus melewati proses belajar dengan metode yang jarang diterapkan di universitas pada umumnya.

Untuk contoh, ambil saja mata kuliah Sejarah Perempuan Amerika Abad ke-19 yang ditempuh Gaia Khairani. Materinya tidak disampaikan lewat textbook, tetapi melalui kajian karya sastra perempuan, seperti buku harian, cerpen, dan novel. Setiap minggu, mahasiswa harus membaca dan benar-benar memahami karya sastra tertentu untuk diskusi di kelas. Terkadang diskusi dimulai dengan menggali opini masing-masing soal bacaan tersebut, lalu menjabarkan alasannya.

Sesudah itu, mereka menulis paper untuk menjelaskan bagaimana isi bacaan mencerminkan situasi sosial, politik, dan ekonomi bagi perempuan pada abad ke-19 atau reaksi terhadap situasi tersebut. Mereka perlu membaca kritik sastra dan kritik sejarah pada masa itu, membandingkan gaya dan niat penulis satu sama lain, menganalisis, lalu menuliskannya.

Untuk final paper, Gaia memilih menelaah pidato seorang feminis bernama Elizabeth Cady Stanton tentang ketidaksetaraan perempuan dalam hukum. Ia membandingkannya dengan pikiran-pikiran mengenai perempuan pada zaman itu, lalu memberikan opini mengapa pidato tersebut tidak disambut dengan baik pada masa itu.

Goddard Library 2, perpustakan pusat kampus yang namanya diambil dari alumnus dan dosen Clark University, Robert Goddard, tokoh roket modern (foto: Gaia Khairani)
Goddard Library 2, perpustakan pusat kampus yang namanya diambil dari alumnus dan dosen Clark University, Robert Goddard, tokoh roket modern (foto: Gaia Khairani)

Menariknya, interpretasi mahasiswa tidak harus sama dengan interpretasi dosen. Yang penting adalah logikanya. Dengan cara ini, mahasiswa mengasah kemampuan memahami materi dan mengkritisinya, lalu menuangkannya secara meyakinkan dalam tulisan. Itu sebabnya, liberal arts education dinilai efektif membekali kemampuan untuk belajar seumur hidup (lifelong learning skills), yakni kemampuan riset, menulis, berkomunikasi dan beragumentasi.

Global dan multidimensional

Karena latar belakang mahasiswanya sangat beragam, mereka saling memperkaya proses belajar. Dalam diskusi, mahasiswa mendapat wawasan soal politik dan sejarah Iran atau Amerika Latin, aktivisme lingkungan di India, konservasi hutan di Kosta Rika, konservasi harimau di Sri Lanka, dan lain-lain.

Bukan itu saja, setiap topik dibahas dari aneka sudut pandang. Di kelas, mahasiswanya berasal dari aneka jurusan dengan kombinasi mata kuliah berlainan. Ada yang mengambil double-major di psikologi dan biologi, seni rupa dan manajemen, sampai jurusan biological photojournalism. “Pendeknya, ada segala macam mahasiswa di sini,” kata Gaia.

Lalu apa untungnya bagi lulusannya di tempat kerja kelak? Silakan baca bagian selanjutnya.

Ads 2-04

About the author

Ina Liem

Ina Liem

Ina Liem sudah belasan tahun berkecimpung di dunia pendidikan, terutama pendidikan di luar negeri. Ia telah memberi konsultasi, seminar, dan presentasi di hadapan puluhan ribu pelajar dan orang tua murid di banyak kota dan di beberapa negara tetangga. Selain menjadi Kontributor rubrik EDUKASI di KOMPAS KLASS, Ina adalah penulis (author), pembicara (public speaker), dan Certified Career Direct Consultant.

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*