Career and Study

Gig Economy – Kerja sambil Berlibur (bag. 1)

shutterstock_53561731
Dunia kerja akan jauh lebih ‘cool’ di era Gig Economy. Mau nggak, berlibur di Ubud selama 3 bulan? Atau menetap 1 tahun di lereng Merapi? Atau menikmati keindahan alam Labuan Bajo setiap hari? Semua bisa dilakukan sambil bekerja.

Berkat teknologi digital, gaya hidup berubah cepat. Demikian juga cara bekerja. Kini gaya ngantor ‘9 to 5’ mulai memudar. Di beberapa negara, cara kerja sebagai freelancer (pekerja lepas) mulai diminati milenial. Dunia mulai memasuki Gig Economy, yakni bentuk perekonomian yang ditopang oleh para pekerja lepas, istilah kerennya freelancer, individual worker, atau independent contractor.

Apa sih Gig Economy itu? Ini istilah di mana dunia kerja menawarkan pekerjaan jangka pendek (gig job) yang fleksibel jam kerjanya. Kini mulai banyak digital platform yang menghubungkan para pekerja independen dengan perusahaan yang membutuhkan jasa mereka.

Jenis pekerjaannya apa saja?

Gojek, Uber, dan Grab adalah contoh platform dimana orang bisa bekerja sebagai pengemudi lepas (freelance) dengan jam kerja sangat fleksibel. Di Amerika ada Amazon Flex; bedanya yang dikirim adalah barang atau paket.

Tapi di luar bidang antar-mengantar, masih banyak pekerjaan lain. TaskRabbit (milik IKEA) menawarkan aneka pekerjaan khusus seperti mengantar furnitur, memasang perabot hingga siap pakai, mereparasi alat rumah tangga, sampai memperbaiki pipa pembuangan air, bahkan pekerjaan menyingkirkan gundukan salju, dan banyak lagi.

Laman muka TaskRabbit
Laman muka TaskRabbit

Untuk pekerjaan yang butuh pekerja spesialis dengan skill khusus, ada Krop, Shiftgig, Toptal, 99Designs, dan sebagainya. Pada platform 99Designs, banyak jenis pekerjaan bagi para freelancer. Tinggal pilih, mau menggarap Logo & Identity, Video & Photography, Web & App Design, Business & Advertising, Clothing & Merchandise, Art & Illustration, Packaging & Label, Book & Magazine. Bagi lulusan desain, ini angin segar. Maklum, banyak lulusan desain tidak bekerja sebagai desainer.

Gig job membuka peluang bagi mereka yang sektor industrinya terdisrupsi. Ketika penerbit koran dan majalah mengalami kemunduran, banyak yang memilih penulis muda bergaji kecil ketimbang wartawan senior bergaji 5 kali lipat. Tapi para senior yang tergusur ini menemukan tempat di platform seperti misalnya Contently. Banyak perusahaan butuh content creator untuk menghidupkan website mereka. Dari pada mempekerjakan staf tetap, mereka memilih jasa freelance writer berpengalaman.

Screen Shot 2019-11-17 at 17.03.23
Laman muka 99designs

Memang, tidak semua pekerjaan bisa difreelancekan. Umumnya hanya pekerjaan yang bisa “dikirim” (deliverable-based tasks) seperti design, marketing, accounting, software development, writing, customer support, dan mengantar orang atau barang. PeoplePerHour, UpWOrk, Freelancer, Contently, adalah beberapa contoh platform yang menawarkan deliverable-based tasks.

Tren GIG melanda dunia

Menurut data McKinsey Global Institute (2016), ada 5 juta orang (15,6% dari total 32 juta pekerja) yang saat ini bekerja dengan cara ini di Inggris. Survey Price Waterhouse Coopers (PwC) terhadap lebih dari 10 ribu pekerja di China, Jerman, India, Inggris, dan Amerika Serikat, mengungkap 60% nya percaya di masa depan hanya sedikit orang yang punya pekerjaan stabil untuk jangka panjang.

Laman muka Contently
Laman muka Contently

Mengapa Gig Job makin popular? London School of Business and Finance melakukan survey terhadap 1000 pekerja professional di Inggris. Hasilnya, 47% ingin ganti pekerjaan, dan lebih dari 20% sedang berusaha ganti karier dalam 12 bulan ke depan. Polling yang dilakukan Gallup mengungkap bahwa 85% pekerja di seluruh dunia mengaku membenci pekerjaan mereka.

Daya tarik utama gig economy adalah cara kerja yang sangat fleksibel. Jutaan orang mendambakan bisa bekerja dari manapun dan kapanpun, sehingga keluarga dan prioritas hidup lainnya tidak perlu dikorbankan. Mau liburan tidak perlu menunggu cuti atau minta izin. Cukup beli tiket, terus berangkat. Menurut survey McKinsey, pekerja lepas mendapatkan tingkat kepuasan kerja lebih tinggi dalam banyak hal ketimbang mereka yang punya pekerjaan tetap.

Kalau kamu penasaran dengan beberapa isu di bawah ini:

  • Apakah gig job cocok buat kamu,
  • Kamu tipe gig worker yang mana,
  • Apa syaratnya & apa yang perlu disiapkan,
  • Bagaimana mendapatkan kontrak,
  • Cerita sukses beberapa freelancer,
  • Prediksi masa depan perekonomian freelance,

dapatkan jawabannya di artikel berikutnya, Gig Economy – Bekerja sambil Liburan (bag. 2)

41VNSY6XNvL._SX331_BO1,204,203,200_

Sumber:

Oppong, Thomas, “Working in the Gig Economy: How to thrive and succeed when you choose to work for yourself”, Kogan Page Limited, UK and USA, 2019.
Ads 2-04

About the author

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Budi Prast adalah Founder jurusanku.com. Selain aktif melakukan penelitian di bidang pendidikan, bersama Ina Liem ia menulis “7 Jurusan Bergaji Besar”, "Kreatif Memilih Jurusan", dan "Majors for the Future". Minat utamanya meliputi pendidikan, data analytics, dan design thinking. Ia juga salah seorang Kontributor Kompas KLASS untuk rubrik #baca.

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*