Career and Study

Berburu Beasiswa ke Negeri-Negeri Asia

shutterstock_84953518

Kalau memikirkan kuliah di luar negeri, kebanyakan orang memimpikan negara barat seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, dan lain-lain. Namun kendala biaya, jauh dari keluarga, bahasa dan budaya asing sering membuat kita patah semangat.

 

Sebenarnya tidak jauh dari negeri kita ada banyak pilihan universitas top, seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Taiwan ataupun Korea. Beasiswa untuk gelar S1 pun tidak sedikit.  Contohnya di Singapura ada ASEAN Undergraduate Scholarship yang ditawarkan oleh 2 universitas top di sana, National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU).

Untuk NUS, ketika kamu mengajukan aplikasi, mereka otomatis menilai apakah kamu memenuhi syarat untuk mendapat beasiswa.  Jadi tak perlu repot melamar beasiswa secara terpisah. Convenient, right?  Tapi perlu diingat, penerima beasiswa wajib bekerja di Singapore-registered companies selama minimal 3 tahun setelah lulus kuliah.

Pilihan negara tetangga kita yang satu lagi adalah Malaysia.  Bagi yang berprestasi boleh coba melamar Ancora-Khazanah Asia Scholarship Program.  Setiap tahun yayasan ini hanya menerima 5 siswa-siswi Indonesia berprestasi untuk melanjutkan pendidikan S1 di universitas ternama pilihan mereka di Malaysia. Kompetisinya ketat. Minimal nilai UNAS 8.5. Aktif di kegiatan ekskul bisa jadi nilai tambah.

Kalau kamu ingin belajar bahasa baru tapi masih mau merasakan budaya Asia, coba pertimbangkan Jepang, Taiwan dan Korea.  Walaupun jumlah beasiswa lebih terbatas, persaingan tidak seketat untuk English-speaking countries sebab rata-rata beasiswa dari negara-negara ini memerlukan pengetahuan dasar bahasa mereka. Monbukagasho, beasiswa dari pemerintah Jepang dan Korean Government Scholarship Program (KGSP) dari pemerintah Korea cukup beken di kalangan pelajar kita. Untuk melamar beasiswa S1, proses aplikasi dan seleksi dilakukan oleh kantor kedutaan. Salah satu syaratnya: lulus ujian tertulis berbahasa Inggris.

Memang negara-negara ini bukan pilihan favorit, tapi kalau kamu ingin tetap di Asia, why not explore the options nearby? Perlu diingat, sejak awal abad 21 ini, negara-negara Asia semakin menunjukkan pengaruhnya dalam perekonomian global. Tak sedikit orang Amerika, Eropa maupun Australia yang mencari pekerjaan di Asia.

Ditambah lagi, ketersediaan beasiswa S1 bagi pelajar Indonesia untuk negara non-Asia sangat terbatas atau bahkan tidak ada. Umumnya hanya beasiswa S2 dan S3 yang ditawarkan untuk studi di Negara non-Asia.

 

Ads 2-04

About the author

Rachmi Sjafei

Rachmi Sjafei

Rachmi Sjafei adalah Scholarship Coach di VOACH. Selengkapnya bisa dibaca di www.scholarshipvoach.org/coach-rachmi

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*