Karir dan Studi

Jurusan Games bagian 3:
Kuliah di Luar Negeri

shutterstock_213879046

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat keputusan. Pertama, cermati lingkup ilmunya. Beberapa fokus pada satu aspek, Desain permainan saja misalnya, namun ada yang mengajarkan kombinasi dua atau tiga aspek pembuatan games. Nama jurusan pun tidak selalu sama. Agar tidak salah dalam memilih, cermati daftar mata kuliahnya.

Fokus pada GAME ART

Salah satu jurusan dengan fokus SENI PERMAINAN ada di Media Design School (MDS), Selandia Baru. Nama programnya Sarjana Teknologi Kreatif (Seni Permainan). Materinya sarat dengan desain digital dan pencitraan seperti misalnya mendesain lingkungan, pemodelan figur, 3D pemodelan, 3animasi, dan lain-lain. Perguruan tinggi lainnya adalah Art Center College of Design, Pasadena, di Amerika Serikat. Nama jurusannya Desain Hiburan. Meskipun aplikasi ilmunya tidak melulu di industri game, bidang ini memberi bekal cukup untuk masuk industri game dari sisi desain.

Artikel tentang jurusan ini pernah ditulis Ina Liem di KELAS Kompas (Kompas, Jumat 7 Agustus 2015). Versi onlinenya bisa dibaca di jurusanku.com, ketikkan kata kunci 'pasadena123’. Ada dua artikel, yakni Jalur Terjal Menuju Industri Hiburan dan Dari Dream Works Menuju “Rumah Baru” di Disney Toon Studios.

Fokus pada GAME DESIGN

Satu orang perancang permainan menjalankan beberapa peran. Ia menciptakan alur cerita dan karakter di dalamnya, merancang tampilan menu-menunya, menjabarkan misi, teka-teki, dan aneka tantangan bagi pemain, tingkat-tingkat kesulitannya. Itu harus berkolaborasi dengan artis permainan untuk urusan tampilan visual dan suaranya, dan dengan pemrogram permainan untuk 'menghidupkan’ karakter dan semua aksi di dalamnya. Pendek kata, ia menyiapkan konsep lengkap sebuah game.

Di Australia ada program Sarjana Seni Kreatif (Desain permainan) Akademi JMC di Sydney. Karena menawarkan 8 macam jurusan kreatif, mahasiswanya punya banyak kesempatan berkolaborasi antar program studi. Mereka bisa membentuk tim dengan mahasiswa jurusan Animasi, Film, Musik, Audio, Bisnis Hiburan, dan lainnya. Sejak di kampus lingkungan belajarnya sudah menyerupai realitas bisnis sesungguhnya.

Selain di JMC Academy, di Australia ada program Sarjana Desain (permainan) di RMIT di Melbourne. Dari kurikulumnya tampak jurusan ini mencetak Perancang permainan yang juga punya keahlian di lapangan seni digital. Jadi selain membuat konsep sebuah game, mahasiswa belajar animasi, 3keterampilan studio D, menggambar figur, pemodelan karakter digital, dan patung digital.

Sementara itu di Sheridan College di Kanada, program Sarjana Desain Game-nya sangat fokus pada kemampuan merancang sebuah game, bukan pemrograman permainan dan tidak seni permainan. Karena seorang perancang permainan harus mampu melakukan banyak hal, jurusan Desain permainan sarat dengan aneka ragam materi. Kini banyak orang menyukai game yang menyerupai film di bioskop. Perancang permainan pun mesti mampu melayani permintaan game seperti ini.

Fokus pada GAME PROGRAMMING

Mahasiswa program Sarjana Rekayasa Perangkat Lunak (Pemrograman Permainan) dari MDS, Selandia Baru, hanya fokus pada penguasaan pemrograman permainan. Mereka harus menguasai teori dasar di tahun pertama, termasuk matematika dan pemrograman C++. Di tahun kedua, mereka belajar strategi manajemen sebagai persiapan mengembangkan game yang melibatkan banyak orang. Mereka juga harus belajar prinsip-prinsip rekayasa Perangkat Lunak dan pemrograman grafis tingkat lanjut. Setelah itu barulah mereka ditugaskan menciptakan game besar, berkolaborasi dengan mahasiswa jurusan Seni Permainan. Dari sini mereka akan mengenali kekuatan dan kelemahan masing-masing. Mereka mulai mengembangkan game untuk platform Play Station dan PS4.

Beberapa perguruan tinggi mengombinasikan Seni Permainan dan Pemrograman Permainan. Contohnya program Sarjana Game dan Hiburan Interaktif di Universitas Teknologi Queensland (QUT) dan Bachelor of Science dalam Pengembangan Game di Universitas Teknologi Sydney (UTS), Australia. Selain materi bidang kreatif (rancangan), mahasiswa mendalami sisi teknologinya. Di QUT misalnya, ada tugas kelompok selama 2 semester di mana mahasiswa terlibat sejak tahap perencanaan, desain, pengembangan dan testing, hingga peluncuran produk jadi.

Kita tentu tak asing dengan game Fruit Ninja. Tidak, game ini dikembangkan Halfbrick Studios di kota Brisbane. Shaniel Selamanya, bersama Phil Larsen dan Luke Muscat adalah lulusan QUT yang berada di balik sukses Fruit Ninja. Menariknya, Halfbrick Studios adalah pengembang game yang sekitar 50% staff nya adalah lulusan QUT.

Manfaat kuliah di luar negeri:

FASILITAS KAMPUS

Selain koneksi internet cepat, perguruan tinggi di negara maju rata-rata memiliki fasilitas lab modern.

HUBUNGAN INDUSTRI

Karena usianya relatif lebih tua, perguruan tinggi di negara maju sudah banyak mencetak lulusan yang menjadi praktisi sukses di bidang pengembangan permainan, baik sebagai pimpinan perusahaan maupun sebagai pemilik. Ini memudahkan mahasiswa menemukan tempat magang yang bermutu. Selain itu banyak perguruan tinggi menjalin kerja sama dengan perusahaan pengembang game kelas dunia.

KEBUDAYAAN GLOBAL

Dengan bahasa internasional dan atmosfir yang multikultural, mahasiswa dimudahkan menjalin jaringan dengan pelaku industri dari berbagai bangsa. Bukan itu saja, mereka juga sudah dibiasakan bekerja menghasilkan karya bersama dalam suasana pergaulan yang mendunia.

 

Sumber: Jurusanku Infoletter vol 07, edisi Games, halaman 20-27
Iklan 2-04

Tentang Penulis

admin

admin

www.jurusanku.com adalah situs pendidikan yang misi utamanya adalah memberikan info seputar memilih jurusan di perguruan tinggi serta peta karir untuk berbagai bidang studi. Selain artikel dari pengelola, kami juga memuat materi dari sumber maupun penulis lain.

Tambahkan komentar

Klik di sini untuk mengirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

*